Waspada Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Waspada Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Gejala kanker payudara stadium awal perlu diketahui wanita untuk melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Lalu apa saja tanda-tanda yang perlu diwaspadai?

Kanker payudara adalah salah satu tipe kanker yang sering menyerang wanita, meski masih di bawah kanker kulit. 

Kanker payudara juga dapat menyerang pria, bukan hanya wanita. Tidak banyak pria yang menyadari ini, akibatnya kasus kanker payudara cukup tinggi.

Meski begitu, kasus ini lebih sering menyerang wanita. Karena itu, penting bagi wanita mengenali gejala sejak dini untuk mencegah kanker berkembang menjadi ganas.

Untungnya, pengenalan gejala kanker payudara stadium awal tidak terlalu sulit. Apa saja sih?

Tentang gejala kanker payudara

Kanker payudara bisa jadi tidak memiliki gejala sama sekali. Tentunya ada yang bergejala, tapi gejala setiap orang berbeda-beda.

Gejala yang paling sering terjadi adalah benjolan di payudara atau ketiak. Ada pula kasus perubahan kulit, rasa nyeri, puting tertarik ke dalam, dan keluar cairan tidak biasa dari puting

Gejala kanker payudara stadium awal

Sesuai penjelasan di atas, kanker payudara mungkin tidak menunjukkan gejala. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang bisa Anda waspadai, di antaranya:

  • Benjolan di payudara atau ketiak yang tidak segera hilang. Biasanya benjolan ini dianggap sebagai gejala pertama kanker payudara. Dokter bisa mengetahuinya terlebih dahulu menggunakan mamografi.
  • Pembengkakan di ketiak atau di dekat tulang selangka. Ini berarti kanker payudara telah menyebar ke kelenjar getah bening di area tersebut.
  • Nyeri dan terasa tebal. Biasanya benjolan tidak terasa sakit, tapi ada beberapa kasus nyeri seperti ditusuk-tusuk.
  • Ada area datar atau lekukan di payudara. Kondisi ini bisa terjadi karena tumor yang tidak bisa Anda lihat dan rasakan.
  • Perubahan payudara seperti perbedaan ukuran, kontur, tekstur, dan suhu.
  • Perubahan pada puting seperti tertarik ke dalam, berlesung, sensasi terbakar, terasa gatal, luka.
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting. Bisa bening, berdarah, atau berwarna.

Perlu diingat, gejala-gejala tersebut mungkin terjadi bersamaan dengan kondisi lain yang tidak berhubungan dengan kanker.

Jika Anda mengalami dua atau tiga gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Deteksi potensi kanker payudara sejak dini

Nah selain mewaspadai munculnya gejala-gejala kanker payudara stadium awal, Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko kanker payudara. The American Cancer Society telah merancang panduan pencegahan kanker payudara pada wanita.

Kanker payudara stadium awal mungkin masih berukuran kecil dan mudah ditangani. Karena itu, sebaiknya Anda berusaha mendeteksi kemungkinan kanker payudara sedini mungkin.

Panduan dibawah ini cocok bagi Anda dengan risiko sedang, yaitu wanita yang tidak memiliki riwayat kanker payudara, tidak ada riwayat dalam keluarga, tidak ada mutasi genetik penyebab kanker payudara, dan tidak mengalami terapi radiasi payudara sebelum usia 30.

Deteksi kanker payudara awal paling tepat menggunakan mamografi yang dioperasikan dokter. Berikut panduan bagi Anda untuk mendeteksi potensi kanker dengan mengunjungi dokter:

  • Wanita berusia 40-44 tahun. Temui dokter setahun sekali untuk menjalani screening mamografi.
  • Wanita berusia 45-54 tahun. Harus menjalani tes mamografi setiap tahun.
  • Wanita di atas 55 tahun. Bisa menjalani tes mamografi dua tahun sekali, bisa juga mempertahankan siklus setahun sekali. Screening sebaiknya terus dilakukan sampai 10 tahun berikutnya.

Demikian gejala-gejala kanker payudara stadium awal yang perlu Anda waspadai dan panduan mendeteksi kanker sejak dini. Semoga membantu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *