Hal-hal Umum tentang Masker Hijab

masker hijab

Produk masker hijab adalah buah dari inovasi baru yang muncul saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Di Indonesia, sejak Maret tahun 2020, pemerintah resmi mengumumkan sudah ada kasus Covid-19 di tanah air. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah dan pakar kesehatan mengemukakan cara untuk tidak tertular dari virus tersebut adalah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, yang salah satunya menggunakan masker.

Sesuai namanya, masker hijab adalah produk masker yang dibuat khusus bagi perempuan yang menggunakan kerudung atau hijab. Tujuan inovasi pembuatan masker jenis ini tidak lain adalah untuk mempermudah para pemakainya.

Secara umum, material masker hijab sama saja dengan masker pada umumnya, yang berbeda adalah di bagian tali karet untuk menyangga pemakainya. Namun demikian, di pasaran, selain masker hijab medis ada pula masker hijab yang terbuat dari kain.

Masker berbahan kain menjadi populer karena sifatnya yang bisa digunakan berkali-kali. Akan tetapi, dalam perkembangannya, masker dari bahan tersebut tidak disarankan untuk digunakan karena keberhasilan menangkal virus rendah. Oleh sebab itu, masker medis tetap disarankan sebagai produk yang digunakan masyarakat di tengah wabah corona ini.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masker medis terbagi dalam dua jenis. Pertama, masker bedah yang menggunakan material non-woven spunbond meltblown spunbond (sms) dan spunbond meltblown meltblown spunbond atau smms. Kedua, masker respirator (N95 atau KN95).

Untuk jenis masker medis yang kedua, materialnya ada empat sampai lima lapis di mana lapisan luar polypropilen dan lapisan tengah electrete/charged polypropylene. Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. Terkait itu, masker hijab yang banyak digunakan masyarakat adalah yang berjenis bedah dan memiliki tiga lapis. Namun, kemampuan menangkal virusnya juga bagus dan lebih baik daripada masker kain. 

Berdasarkan penjelasan itu, kita dapat mengetahui bahwasannya masker medis jauh lebih efektif daripada masker berbahan kain untuk menangkal Covid-19. Namun demikian, tingginya kebutuhan warga akan masker membuat kita sebagai pengguna harus berhati-hati. Pasalnya, saat ini beredar pula masker palsu, termasuk masker hijab.

Sebagaimana diketahui, masker palsu ini biasanya beredar secara ilegal karena tidak mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan. Agar terhindar membeli produk masker hijab palsu, cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan mengecek kemasannya. Masker yang memiliki izin edar Kementerian Kesehatan akan mencetak nomor izinnya pada kemasan. Di sisi lain, kita juga bisa mengecek apakah masker yang dibeli berizin atau tidak di laman resmi Kementerian Kesehatan.

Di samping itu, cara yang bisa dilakukan berikutnya adalah dengan membeli produk di tempat terpercaya, seperti layanan kesehatan online yang juga kerap menjual berbagai produk kesehatan, termasuk masker. Akan tetapi, kita juga perlu cermat memilih layanan kesehatan online. Sebelum mengakses situs suatu layanan kesehatan, pastikan bahwa layanan tersebut terdaftar atau memiliki izin dari pemerintah.

Demikianlah hal-hal umum yang bisa disampaikan mengenai masker hijab. Secara garis besar, dapat diketahui bahwa masker hijab medis lebih baik digunakan ketimbang yang berbahan kain. Di samping itu, kita juga perlu cermat saat membelinya agar terhindar dari masker tak berizin.

Kita diharapkan bisa peduli lagi dalam menggunakan masker, sebab, di saat pandemi Covid-19 masker sudah menjadi kebutuhan pokok. Hal ini disampaikan karena kita masih kerap abai dalam menggunakannya. Sebagaimana pemakaian masker pada umumnya, pengguna masker hijab juga perlu memastikan bahwa produk tersebut dikenakan dengan benar. Indikasi pemakaian dengan benar adalah menutupi seluruh area hidung dan mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *