Manfaat Temulawak Dalam Curcuma Plus Grow

Temulawak adalah sebuah tanaman herbal asli Indonesia. Akar dan rhizome dari tanaman ini telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam jenis penyakit, seperti gangguan pencernaan, sindrom radang usus, dan gangguan hati, lambung, dan kantong empedu lainnya. Bukan suatu hal yang aneh apabila kandungan temulawak banyak ditemukan dalam suplemen herbal seperti Curcuma Plus Grow. Ini adalah sebuah merek multivitamin yang berfungsi untuk menjaga kesehatan anak. 

Senyawa bermanfaat dari temulawak yang ada di dalam Curcuma Plus Grow adalah curcumin, yang mana merupakan sebuah senyawa anti-peradangan alami. Meskipun terdengar menakutkan, peradangan adalah suatu proses yang sangat penting. Peradangan membantu melawan zat asing dan memiliki peran dalam memperbaiki kerusakan di dalam tubuh. Meskipun akut, peradangan jangka pendek sangat bermanfaat. 

Namun, peradangan perlu menjadi kekhawatiran tersendiri ketika berubah menjadi kronis dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Para ilmuwan saat ini percaya bahwa peradangan level rendah kronis dapat memainkan sebuah peran dalam beberapa kondisi kesehatan dan penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, sindrom metabolisme, penyakit Alzheimer, dan barbagia kondisi degenerative. 

Oleh karena itulah apapun yang dapat membantu melawan peradangan kronis berpotensi penting dalam menjaga dan membantu melawan kondisi tersebut. Meskipun topik seputar peradangan berlapis-lapis dan sulit mencari satu jawaban sederhana, kunci seputar curcumin adalah zat ini merupakan sebuah zat bioaktif yang dapat melawan peradangan. Akan tetapi, dosis yang sangat tinggi dibutuhkan untuk menghasilkan hasil medis yang diinginkan. 

Meningkatkan kapasitas antioksidan dalam tubuh

Kerusakan oksidatif dipercaya sebagai salah satu mekanisme di balik penuaan dan banyak penyakit lainnya. Kerusakan oksidatif ini melibatkan radikal bebas, molekul sangat reaktif dengan elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas sering bereaksi dengan zat organik penting, seperti asam lemak, protein, ataupun DNA.

Alasan utama antioksidan sangat bermanfaat adalah antioksidan melindungi tubuh Anda dari radikal bebas. Curcumin yang terkandung di dalam Curcuma Plus Grow adalah sebuah antioksidan yang sangat kuat yang dapat menetralkan radikal bebas berkat struktur kimia yang dimilikinya.

Sebagai tambahan, studi pada hewan dan sel menyatakan bahwa curcumin dapat menghambat aksi radikal bebas dan mampu menstimulasi aksi dari antioksidan lainnya. Studi klinis lebih jauh dibutuhkan pada manusia untuk mengonfirmasi manfaat kesehatan tersebut. 

Curcumin dan penyakit jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Para peneliti telah mempelajari penyakit ini selama berpuluh-puluh tahun dan mengetahui mengapa penyakit ini terjadi. Curcumin dapat membantu membalikkan banyak langkah dalam proses penyakit jantung. Mungkin, salah satu manfaat utama dari curcumin ketika kita membicarakan seputar penyakit jantung adalah kemampuannya dalam meningkatkan fungsi endothelium, lapisan di dalam pembuluh darah Anda. 

Disfungsi endothelial merupakan penyebab utama penyakit jantung. Hal ini suatu kondisi ketika endothelium Anda tidak lagi mampu mengatur tekanan darah, pembekuan darah, dan berbagai faktor lainnya. Beberapa studi menyatakan bahwa curcumin, senyawa utama dalam temulawak yang bisa Anda temukan di Curcuma Plus Grow, dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Sebagai tambahan, satu studi menemukan bahwa penggunaan curcumin sama efektifnya dengan latihan atau olahraga pada wanita pasca-menopause. 

Zat aktif temulawak yang bisa Anda dapatkan manfaatnya dalam Curcuma Plus Grow tersebut juga dapat membantu mengurangi peradangan dan oksidasi, yang mana keduanya memainkan peran yang penting terhadap terbentuknya penyakit jantung.

Dalam satu studi pada 121 orang yang mendapatkan operasi bypass arteri koroner, para peneliti memberi mereka placebo atau 4 gram curcumin per hari selama beberapa hari sebelum dan setelah operasi. Kelompok yang mendapatkan curcumin memiliki 65 persen pengurangan risiko menderita serangan jantung di rumah sakit.