Penyebab Ejakulasi Dini dan Cara Mengatasinya

Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seksual pada pria yang umum terjadi. Pria yang mengalami keluhan ejakulasi dini, cenderung tidak dapat mengontrol ejakulasi sehingga ejakulasi terjadi lebih cepat dari perkiraan. 

Pada kasus ejakulasi dini umumnya pria tidak bisa menahan ejakulasi sekitar satu menit setelah penetrasi dimulai. Kasusnya pun bisa berbeda-beda tiap orang. 

Saat hal ini sering terjadi di setiap aktivitas seksual dengan pasangan, jelas ini akan berdampak buruk pada kepercayaan diri pria, serta pada hubungan seksual dengan pasangan.

Lalu apa sebenarnya penyebab ejakulasi dini?

Ejakulasi dini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor biologis dan faktor psikologis.

Faktor biologis meliputi:

  • diagnosa disfungsi ereksi akibat gangguan saraf
  • adanya peradangan atau infeksi pada prostat
  • mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  • mengkonsumsi rokok atau alkohol secara berlebihan 

Faktor  psikologis meliputi:

  • gangguan kecemasan dan depresi
  • merasa kurang percaya diri karena takut adanya penolakan
  • rasa bersalah akibat takut tidak dapat memuaskan pasangan
  • hingga punya pengalaman buruk akan sex

Lalu bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini?

Sebenarnya ada banyak pilihan perawatan yang bisa dicoba pada kasus ejakulasi dini. Pada masa perawatan, ejakulasi dini akan diatasi berdasarkan penyebab ejakulasi dini tersebut.

1. Terapi perilaku

Pada terapi ini perilaku, Anda akan dilatih untuk menunda orgasme. Penundaan orgasme ditujukan agar Anda dapat mengendalikan tubuh dan perasaan. 

  • Start-and-stop

Untuk melakukan terapi start-and-stop Anda bisa meminta pasang untuk merangsang Anda hingga mendekati puncak orgasme, kemudian hentikan rangsangan selama 30 detik sampai Anda bisa mengendalikan diri kembali. Lakukan ini tiga sampai empat kali sebelum akhirnya Anda benar-benar orgasme.

  • Terapi meremas

Anda dan pasangan dapat saling melakukan rangsangan seperti biasa kemudian saat Anda mendekati titik orgasme remas kepala penis sekitar 30 detik sehingga Anda mulai kehilangan ereksi. 

Ulangi teknik yang sama selama beberapa kali hingga Anda dapat mengendalikan dan menunda orgasme sendiri.

  • Terapi mengalihkan pikiran

Terapi pikiran ini cukup dilakukan dengan mengalihkan perhatian hal-hal diluar seksual saat Anda sedang terangsang. Pikirkan apapun diluar seksualitas Anda dan pasangan. Baju bola favorit, kegiatan seru sehabis bekerja, atau mungkin memikirkan ingin makan apa nanti malam.

Hal Ini tujukan agar Anda tidak memusatkan pikiran pada rangsangan yang masuk saat berhubungan dengan pasangan. Dengan terapi ini diharap ejakulasi bisa lebih diredam akibat pikiran yang sengaja dialihkan.

2. Lakukan konseling

Konseling dapat dilakukan jika penyebab ejakulasi dini berasal dari masalah-masalah emosional, seperti gangguan kecemasan dan depresi hingga rasa bersalah dalam diri.

Anda bisa langsung konsultasi pada dokter atau minta bantuan psikolog untuk meminta bantuan yang dibutuhkan.

3. Pengobatan medis dengan konsumsi obat atau penggunaan krim

  • Konsumsi obat

Anda juga dapat mengkonsumsi obat-obatan medis yang dapat mengatasi ejakulasi dini. Diantaranya adalah golongan obat selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang meliputi paroxetine, fluoxetine, sertraline, dan escitalopram. 

Jika ejakulasi dini disebabkan oleh disfungsi ereksi, Anda dapat mengkonsumsi obat penghambat phosphodiesterase-5 sebagai obat ejakulasi dini. Sebelum memilih untuk mengkonsumsi obat, konsultasikan diri ke dokter terlebih dahulu agar dokter dapat memberikan obat yang sesuai dengan keluhan.

  • Penggunaan krim anestesi

Krim anestesi akan dioleskan pada kepala dan batang penis sekitar 10-15 menit sebelum berhubungan intim. Kemudian krim ini akan diserap selama 10 hingga 30 menit hingga penis menjadi kurang sensitif. 

Namun terdapat efek samping dalam penggunaan krim anestesi yaitu turunnya sensitivitas serta kepuasan seksual pada pasangan.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi ejakulasi yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami keluhan-keluhan tersebut lebih baik segara konsultasi dengan dokter agar dapat diketahui penyebab dan cara mengatasinya.